DINAS PMA BEKERJASAMA DENGAN INSTIKI INDONESIA GELAR PELATIHAN IT UNTUK PRAJURU DESA ADAT

 

Keterangan Foto: Kepala Dinas PMA (tiga dari kiri) bersama Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Bali, Rektor INSTIKI Indonesia, dan undangan lainnya dalam pembukaan Pendampingan Peningkatan Kapasitas Prajuru Desa Adat di Bidang Teknologi Informasi yang dilaksanakan pada abtu (16/7), bertempat di Aula Kampus INSTIKI, Denpasar.

Pemerintah Provinsi Bali melakukan kerjasama dengan Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) dalam kegiatan “Pendampingan Peningkatan Kapasitas Prajuru Desa Adat di Bidang Teknologi Informasi”. Acara yang dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra, dihadiri oleh Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali I G.A.K Kartika Jaya Seputra, Rektor INSTIKI Indonesia I Dewa Made Khrisna Muku, ST., MT, Patajuh Majelis Desa Adat Provinsi Bali Luh Reniti Rahayu, Bandesa Madya MDA Kabupaten/Kota se-Bali, serta Prajuru Desa Adat se-Kecamatan Kuta Utara, Mengwi dan Abiansemal yang dilaksanakan pada Sabtu (16/7), bertempat di Aula Kampus INSTIKI, Denpasar.

Kepala Dinas PMA Provinsi Bali, I G.A.K Kartika Jaya Seputra menerangkan kondisi Desa Adat di Bali saat ini secara infrastruktur masih lemah, belum banyak Prajuru Desa Adat yang menguasai Teknilogi Informasi. Oleh Karena itu Desa Adar wajib mengenal dan memanfaatkan Teknologi Informasi dalam sistem tata kelola pemerintahannya. Sehingga melalui kegiatan Pendampingan Peningkatan Kapasitas Prajuru Desa Adat di Bidang Teknologi Informasi merupakan salah satu upaya meningkatkan pemahaman dan kemampuan para prajuru  di bidang Teknologi Informasi.

Diterangkan lebih lanjut Pelaksanaan Kegiatan ini telah diawali dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STIKI INDONESIA) yang ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Provinisi Bali dan Institut Bisnis dan Teknologi  (INSTIKI Indonesia) tentang Pendampingan Desa Adat di Bali. “Hal ini juga sebagai bentuk optimalisasi peran INSTIKI terhadap pembangunan di Provinsi Bali melalui pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi,”ulasnya

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra didampingi Rektor INSTIKI Indonesia dan Kadis PMA Provinsi Bali menyematkan PIN kepada perwakilan peserta dalam acara pembukaan Peningkatan Kapasitas Prajuru Desa Adat di Bidang Teknologi Informasi

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra dalam sambutannya menyampaikan sesuai dengan visi Pemerintah Provinsi Bali yakni “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru diharapkan penguatan-penguatan terhadap tugas dan fungsi Desa Adat dapat diwujudkan melalui pelatihan di bidang teknologi informasi. “Pemanfaatan Teknologi Informasi menjadi hal yang wajib dikuasai semua sektor, untuk mendukung pekerjaan agar dapat dilaksanakan secara kreatif, efektif, dan efesien.” Ulasnya.

Rektor INSTIKI Indonesia, I Dewa Made Khrisna Muku, ST., MT menyampaikan rasa syukurnya karena INSTIKI dapat berkontribusi mengabdi secara nyata di masyarakat. Dengan keterampilan dan keahlian tenaga-tenaga pengajar INSTIKI diharakan mampu membantu para prajuru Desa Adat untuk meningkatkan kemampuannya di bidang Teknologi Informasi. Khrisna Muku menambahkan kegiatan ini untuk mewujudkan “Desa Adat Goes Digital” dengan melaksanakan pendampingan di Bidang Teknologi Informasi kepada 1.493 Desa Adat di Bali.

Peningkatan Kapasitas Prajuru Desa Adat di Bidang Teknologi Informasi yang diikuti Prajuru Desa Adat se-Kecamatan Kuta Utara, Mengwi dan Abiansemal yang dilaksanakan di Lab Kampus INSTIKI Indonesia

Kegiatan Pendampingan ini dilaksanakan secara Hybrid (Luring-Daring), dimana Desa Adat yang berada di wilayah Kabupaten Gianyar, Badung, Kota Denpasar, dan sebagaian Kabupaten Tabanan dilaksanakan langsung di Ruang Lab Kampus INSTIKI Indonesia, dan sisanya dilaksanakan secara online. “Cakupan materi yang diberikan kepada para Prajuru meliputi: Microsoft Office, Pengenalan Online Meeting, dan Tata cara pengisian Google Formulir.” Pungkasnya. (*)