74,6 M Tambahan Dana untuk Desa Adat Diserahkan Oleh Gubernur Bali

 

Kepala Dinas PMA Provinsi Bali, IGAK Kartika Jaya Seputra (paling kanan) mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster saat penyerahan secara simbolis dana tambahan untuk seluruh Desa Adat di Bali.

Denpasar, 7 Oktober 2020 bertempat di Kerta Sabha Rumah Jabatan Gubernur Bali, Gubernur Bali  I Wayan Koster  menyerahkan secara simbolis dana tambahan untuk seluruh Desa Adat di Provinsi Bali.

Dana ini diberikan kepada 1.493 Desa Adat. Setiap desa adat akan mendapat tambahan dana sebesar 50 juta yang mana dana ini diprioritaskan digunakan untuk menunjang kerja Satgas Gotong Royong berbasis desa adat dalam mencegah dan mengendalikan Pandemi Covid-19.

Tambahan anggaran Desa Adat ini diambil dari Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Semesta Berencana Provinsi Bali tahun 2020. Tidak main-main, dana tambahan yang diberikan kepada Desa Adat oleh Pemerintah Provinsi Bali mencapai 74,65 Milyar.

Pemerintah Provinsi Bali sendiri sebelumnya telah mengalokasikan dana sebesar 447,9 M kepada 1493 Desa adat dimana setiap desa adat memperoleh masing-masing 300 juta. Dana tersebut dipergunakan untuk membiayai belanja rutin yaitu biaya operasional pemerintahan desa adat dan belanja program untuk membiayai program-program desa adat yang meliputi Parahyangan, Pawongan dan Palemahan.

Dengan penambahan dana desa adat ini maka setiap desa adat memperoleh dana 350 juta dari Pemerintah Provinsi Bali.

“Saya berharap dana yang sudah diterima oleh seluruh Desa Adat segera direalisasikan dalam upaya menggerakkan roda perekonomian Bali yang saat ini mengalami gocangan akibat Gering Agung Covid-19”, pesan Gubernur Bali dalam sambutannya

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Bali telah memberikan arahan kepada Desa Adat agar merealokasikan anggaran desa adat maksimal 150 juta rupiah dalam program penanganan pandemi Covid-19. Anggaran ini dapat digunakan untuk penanganan kesehatan dalam pencegahan COVID-19 dan untuk memberikan Bantuan kepada Krama Desa Adat yang miskin dan/atau terdampak COVID-19 dalam upaya penyediaan jaring pengaman sosial (social safety net).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *